Mobil Listrik Baterai Nikel Chery Dapat Subsidi Lebih Gede?

Spread the love
Rate this post

Mobil Listrik Baterai Nikel Dapat Subsidi Lebih Gede, Apa Kata Chery?

Rencana pemerintah memberikan subsidi lebih besar untuk mobil listrik berbasis baterai nikel mulai memunculkan berbagai tanggapan dari produsen otomotif. Salah satu yang menjadi sorotan adalah tanggapan dari Chery, mengingat sebagian besar mobil listrik mereka masih menggunakan baterai jenis Lithium Ferro Phosphate (LFP).

Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut kendaraan listrik berbasis nikel akan mendapatkan insentif lebih tinggi dibanding non-nikel. Langkah ini diambil untuk mendukung hilirisasi industri nikel dalam negeri dan memperkuat ekosistem baterai nasional.

Chery Pilih Tunggu Regulasi Final

Menanggapi rencana tersebut, pihak Chery mengaku masih menunggu regulasi resmi dari pemerintah sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Perusahaan asal China itu menyatakan akan memantau perkembangan kebijakan secara hati-hati karena lini kendaraan listrik mereka mayoritas memakai teknologi baterai LFP.

Meski demikian, Chery menilai baik baterai nikel maupun LFP sama-sama mendukung transisi energi menuju kendaraan ramah lingkungan. Perusahaan juga menegaskan tetap mendukung kebijakan pemerintah yang bertujuan mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Pemerintah Fokus Dorong Hilirisasi Nikel

Pemerintah diketahui ingin memaksimalkan pemanfaatan cadangan nikel Indonesia yang termasuk terbesar di dunia. Karena itu, kendaraan listrik dengan kandungan baterai berbasis nikel diproyeksikan memperoleh subsidi lebih besar dibanding teknologi lain seperti LFP.

Skema insentif disebut masih dalam tahap finalisasi, termasuk besaran Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Pemerintah juga menargetkan kebijakan baru ini mulai berjalan pada pertengahan 2026 dengan kuota ratusan ribu unit kendaraan listrik.

Baterai LFP Masih Banyak Digunakan

Walaupun pemerintah mulai memberi perhatian lebih pada baterai nikel. Teknologi LFP masih banyak dipilih produsen mobil listrik global karena dinilai lebih stabil dan efisien dari sisi biaya produksi. Beberapa model kendaraan listrik Chery yang dipasarkan di Indonesia juga diketahui menggunakan baterai LFP.

Selain Chery, sejumlah produsen otomotif lain diperkirakan ikut memantau arah kebijakan tersebut karena dapat memengaruhi strategi produksi dan investasi kendaraan listrik di Indonesia.

Industri Otomotif Tunggu Kepastian

Pelaku industri otomotif saat ini masih menunggu kepastian detail regulasi agar dapat menyesuaikan strategi bisnis mereka. Kebijakan subsidi yang berbeda berdasarkan jenis baterai dinilai akan menjadi faktor penting dalam persaingan pasar mobil listrik nasional ke depan.

Jika aturan resmi diterapkan, produsen kendaraan listrik kemungkinan mulai mempertimbangkan penggunaan baterai berbasis nikel lebih besar demi memperoleh keuntungan insentif yang lebih kompetitif di pasar Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *