
Jakarta – Fenomena baru di kalangan anak muda kembali menjadi sorotan. Kebiasaan menyetir sambil bermain TikTok kini semakin marak dan dinilai sangat berbahaya. Aktivitas ini bukan hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan secara signifikan.
Distraksi yang Mematikan
Mengemudi membutuhkan fokus penuh. Namun, penggunaan ponsel saat berkendara, apalagi untuk menonton atau membuat konten, menyebabkan pengemudi kehilangan konsentrasi. Dalam hitungan detik saja, kecelakaan bisa terjadi karena terlambat mengerem atau tidak menyadari kondisi jalan.
Menurut berbagai studi keselamatan, distraksi visual dan kognitif saat mengemudi sama berbahayanya dengan mengemudi dalam kondisi mengantuk atau bahkan di bawah pengaruh alkohol.
Tren Demi Konten
Banyak pengguna tergoda membuat konten unik di dalam mobil demi mendapatkan perhatian di media sosial. Beberapa bahkan merekam video sambil menyetir, berjoget, atau melakukan aksi berbahaya lainnya.
Padahal, tindakan tersebut tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga penumpang dan pengguna jalan lain.
Aturan dan Sanksi
Di Indonesia, penggunaan ponsel saat berkendara telah diatur dalam undang-undang lalu lintas. Pengemudi yang melanggar dapat dikenai sanksi berupa denda atau hukuman lainnya.
Pihak kepolisian pun mulai meningkatkan pengawasan terhadap pelanggaran ini, terutama di kota-kota besar.
Dampak Nyata di Lapangan
Sejumlah kasus kecelakaan lalu lintas dilaporkan terjadi akibat pengemudi yang terdistraksi oleh ponsel. Meski tidak semua dipublikasikan secara luas, tren ini menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan.
Imbauan untuk Keselamatan
Para ahli keselamatan berkendara mengingatkan pentingnya disiplin saat berada di balik kemudi. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain:
- Mengaktifkan mode “Do Not Disturb” saat menyetir
- Menepi jika ingin menggunakan ponsel
- Menggunakan fitur hands-free bila diperlukan
- Fokus penuh pada jalan
Kebiasaan “nyetir sambil TikTok-an” mungkin terlihat sepele, namun dampaknya bisa fatal. Keselamatan di jalan harus selalu menjadi prioritas utama dibanding sekadar konten viral.